Saidobonews.com, Bula-Jumlah kasus kematian ibu dan bayi di Kabupaten Seram Bagian Timur(SBT) Maluku, pada tahun 2025 mengalami trend penurunan, dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurunnya angka kasus Kematian ibu dan bayi ini diungkapkan Bupati Fachri Alkatiri, usai membuka kegiatan pertemuan diseminasi Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) di Aula Pendopo bupati, Rabu pagi (7/1/2026).
Mantan wakil bupati itu merinci, tahun 2024 lalu jumlah kasus kematian ibu di kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa ini mencapai 35 kasus. Namun pada tahun 2025, menurun menjadi 28 kasus. Sedang jumlah kasus kematian bayi dari 7 kasus pada 2024, menurun menjadi 4 kasus pada tahun 2025.
“Jumlah kasus kematiannya ibu dan bayi turun. Untuk ibu di 2024 itu ada 35 kasus, 2025 turun menjadi 28, berarti berkurang sekitar 7 kasus. Sementara bayi tahun pada 2024 itu 7 kasus, tahun 2025 turun menjadi 4 kasus, jadi turun 3,” beber Fachri.
Penurunan jumlah kasus ini menunjukkan progres nyata dari upaya yang terus menerus digalakkan Pemkab melalui dinas kesehatan. Pemkab setempat lanjut Fachri, bakal berupaya terus mempertahankan trend penurunan tersebut di tahun ini dan tahun-tahun ke depan.
“Insyaallah kita akan upayakan agar penurunan angka ini terus terjadi di waktu-waktu yang akan datang,” pintanya.
Fachri berpandangan, jika data mengenai penurunan jumlah kasus kematian ibu dan bayi tersebut disajikan lebih awal, maka skenario penurunan jumlah kasus tersebut pada tahun ini dapat diakomodir pembiayaannya lewat pembahasan APBD 2026 lalu.
“Karena datanya baru kita dapatkan sekarang, InsyaAllah ini jadi perhatian pemerintah daerah di penganggaran berikutnya, baik di perubahan atau di murni tahun depan,” tutupnya. (SN-02).
















