Saidobonews.com, Bula-Sriyani Sula, TKW asal Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, yang sebelumnya viral gegara dilaporkan disiksa dan disekap oleh majikannya di negara Libya, ternyata kini dalam kondisi baik dan sementara bekerja di rumah majikan.
Informasi mengenai kondisi pekerja wanita asal kecamatan Bula tersebut disampaikan Kepala Dinas Nakertrans kabupaten setempat, Mochtar Rumadan kepada wartawan di gedung DPRD, Jum’at sore, 5 Februari 2026.
“Komunikasi kami terkahir dengan Sriyani siang tadi usai sholat Jum’at. Yang bersangkutan dalam keadaan baik dan sekarang lagi bekerja di rumah majikannya,” beber Mochtar.
Meski sedang bekerja, namun Sriyani tetap meminta agar Pemkab membantu mengurus agar dia dapat segera pulang ke tanah air. Sriyani sendiri lanjut Mochtar juga telah berkomunikasi dengan sponsor yang mengirimnya ke Libya.
Dari hasil komunikasi itu, sponsor bernama mama Dede menyatakan tetap bertanggung jawab dan bersedia mengurus pemulangannya ke Indonesia. Sponsor tersebut meminta diberikan waktu empat hari ke depan untuk mengurus paspor dan visa.
Untuk memastikan sekaligus menagih tanggung jawab sponsor tersebut, pihaknya kata Mochtar sedang meminta agar berbicara langsung dengan sponsor.
Mantan Kabag Hukum Setda Pemkab SBT ini mengatakan sejak diperintahkan bupati Fachri, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan penelusuran dan membangun koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Sekitar 5 menit setelah video itu viral, kami langsung diperintahkan bapak bupati untuk melakukan penelusuran. Saat ini kami terus memantau perkembangan yang bersangkutan setiap saat, sembari berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Sriyani sendiri diketahui berangkat ke Libya sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) bukan melalui agency resmi, melainkan ikut bersama sponsor bernama mama Dede. Awalnya Sriyani berangkat dari Bula ke jakarta bersama rekannya bernama Dessy Rumaday.
“Saya sudah komunikasi dengan Desi Rumaday dan melakukan wawancara. Dari keterangan yang bersangkutan, dia membenarkan bahwa Suryani sempat ditampung olehnya sejak dari SBT hingga ke Jakarta,” kata Mochtar.
Mochtar menjelaskan, Desi dan Suryani berangkat bersama dari Bula menuju Jakarta. Namun, setibanya di Jakarta, Suryani memisahkan diri dan memilih berurusan dengan pihak lain diluar kesepakatan awal.
“Di Jakarta, Suryani bertemu dengan orang lain di luar Desi, yang disebut bernama Ibu Dede. Dari situlah Suryani kemudian diberangkatkan ke Turki, dan selanjutnya diketahui berada di Libya. Proses ini masih kami telusuri,” jelasnya.
Menurut Mochtar, Desi sempat memperingatkan Suryani agar tidak berurusan dengan pihak yang tidak jelas legalitasnya. Desi menduga Ibu Dede bukan agen resmi atau merupakan agen bodong.
“Desi mengaku sudah mengingatkan, tapi Suryani menyampaikan bahwa orang tuanya sudah menyerahkan urusan keberangkatan kepada Ibu Dede. Sejak saat itu, Desi menyatakan tidak lagi bertanggung jawab, selain perjalanan dari Bula ke Jakarta,” ujarnya. (SN-01).
















