Saidobonews.com, Bula-Perkebunan pisang Abaka di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) diperkirakan sudah bisa beroperasi mulai pertengahan tahun depan. Investasi ini menjadi angin segar bagi pencari kerja di daerah ini.
Plt Kepala Dinas Pertanian setempat, Sofyan Waraiya mengungkapkan, berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan manajemen PT SIM, jumlah tenaga kerja yang bakal diserap dalam investasi perkebunan pisang Abaka ini diproyeksi bisa mencapai lebih dari seribu orang.
“Yang beliau sampaikan itu 350 orang yang akan diserap untuk 1.000 hektar. Kalau target lahan intinya 3.000 hektar, berarti kurang lebih 1.050 orang yang harus diserap,” bebernya kepada wartawan di Bula, Senin (8/12/2025).
Saat ini investor yang akan mengelola perkebunan tersebut sedang menyiapkan calon lahan. Calon lahan itu kini telah berhasil disurvei. Sedikitnya dua titik lokasi yang berhasil disurvei, masing-masing terdapat di Kecamatan Bula Barat dan Siwalalat.
“Mereka telah melakukan survei ke beberapa lokasi. Diantaranya di Kecamatan Bula Barat dan Kecamatan Siwalalat,” ungkap Sofyan.
Survei ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan Bupati Fachri Alkatiri dengan manajemen PT SIM di jakarta, belum lama ini. Dijelaskan Sofyan, berdasarkan hasil survei itu, dua titik lokasi tersebut berada persis pada kawasan hutan Areal Penggunaan Lain (APL).
Di Kecamatan Bula Barat, calon lahan tersebut berada diantara Desa Hote dan Silohan. Luasnya diperkirakan sekitar 3.500 hektar. Selain itu, masih juga terdapat satu lokasi lain sebagai daerah penyangga, terletak di belakang hutan Desa Sesar dengan luas sekitar 400 hektar.
Sementara survei di Kecamatan Siwalalat, Sofyan menyebut, pihak investor beralasan untuk menjawab kemudahan akses transportasi menuju kota Ambon. Sebab itu, sekira lebih dari 544 hektar lahan di kawasan tersebut juga telah ikut disurvei.
“Mengingat akses transportasi ke Ambon itu lebih dekat dari kecamatan paling ujungnya itu Siwalalat, maka mereka ingin juga untuk harus survei juga di situ, dengan luasan APL kurang lebih 544 hektar,” terang Sofyan.
Lebih jauh Sofyan menjelaskan, usai survei calon lahan, tahapan selanjutnya yakni menerima respon atau tanggapan dari warga mengenai rencana masuknya investasi perkebunan tersebut di wilayah mereka.
Selanjutnya pihak manajemen akan mengirim proposal kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, diperkirakan berlangsung pada Februari atau Maret tahun depan. Proposal itu lanjutnya, sudah harus dikirim saat ini, akan tetapi bertepatan dengan perayaan Natal dan tahun baru sehingga diundur awal tahun depan. (SN-04).
















